Pages

Thursday, March 7, 2013

Cara Melawan Syaitan

Muhammad Qosim Al Farisi pernah menceritakan seorang pemuda yang menuntut ilmu pada seorang Ulama di Irak. Ulama itu seorang yang alim, sholeh, wara dan zuhud. Murid muridnya banyak berdatangan dari berbagai wilayah. Bukan hanya dari Basrah dan Kufah tapi juga dari negeri luar. Mereka betah dan nyaman belajar pada Ulama tersebut. Termasuk anak muda yang berasal dari daerah Khurasanan. Ia senantiasa hadir tepat waktu menghadiri majelis ilmu sang ulama. Menyimak pelajaran dengan penuh keseriusan dan selalu bertanya bila ada pelajaran yang kurang jelas. Bila malam telah larut ia masih terbiasa sibuk dengan muzakarah pelajaran yang ia terima siang harinya dan sebelum ia tidur selalu sholat witir terlebih dulu.
Tak terasa sudah sepuluh tahun anak muda ini menuntut ilmu di Ulama yang alim tersebut dan kini tiba saat ia pulang ke kampung halaman untuk menyampaikan ilmu kepada masyarakatnya dan mengabdikan diri bagi kepentingan umat yang selalu menjadi cita cita hidupnya. Saat hendak pamit untuk berangkat pulang ke kampung halaman Sang Ulama berdialog dengan anak didiknya tersebut .

Berkata sang Ulama “Wahai anakku dari negeri manakah kamu berasal?”
Sang murid menjawab “saya berasal dari daerah Khurasanan”
Ulama kembali berkata “Sudah hampir sepuluh tahun kamu menuntut ilmu kepadaku maka sudah saatnya kamu kembali ke kaummu dan menyampaikan risalah islam ini kepada mereka yang berhak. Tapi sebelumnya ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepadamu.”
Murid bertanya “apa itu wahai Guru?”
Ulama kemudian berkata “apabila kamu telah tiba di negerimu dan engkau mendapat godaan syaitan maka dengan cara apa kamu dapat melepaskan diri dari bujuk rayuannya?”
Cukup lama sang murid berpikir dan kemudian memberanikan diri menjawab “aku akan mengusirnya dengan kekuatanku dan akan menyuruhnya pergi jauh”
Ulama kemudian berkata “apabila kekuatanmu telah habis maka engkau tidak bisa melawannya lagi dan bila kamu terus selalu melawannya maka kamu tidak akan punya waktu lagi untuk beribadah kepada Tuhanmu karena sibuk mengurusi syaitan “
Sang murid tersentak kaget dengan jawaban sang Guru dan dengan keseriusan ia bertanya “lalu dengan apa aku akan mengusirnya wahai Guru?”
Sang Ulama lalu membetulkan posisi duduknya dan berkata “bila kamu sedang mengembala kambing dan ada anjing yang hendak memangsa kambingmu maka cara termudah kamu mengusir anjing tersebut adalah dengan mendekati pemilik anjing dan menyuruh anjingnya agar pergi menjauh. Begitulah bila kamu hendak menghadapi syaitan maka kamu hanya perlu mendekat kepada Allah dan bertaqarrub kepadanya maka syaitan akan menjauh karena lelah dan kurus kering tidak bisa menggodamu”
Nasihat yang luar biasa dari Ulama yang alim dan wara’. Sungguh bila hati hanya sibuk dengan mengingat Allah maka tidak ada kesempatan bagi syaitan untuk masuk mengganggu hati yang khusyu’ mengingat Allah. Karena hanya tangis dan kesedihan bagi syaitan yang tidak berhasil menggoda anak adam dan ia akan hidup miskin dan memiliki badan yang kurus kering karena tidak mendapat rejeki makanan dari orang yang hatinya selalu terpaut dengan Allah.

Wednesday, March 6, 2013

Tips dan Trik Cara Sabar

Sabar?
Kata ini tentu mudah sekali diucap dan diingat, namun untuk menjalankannya? Siapa yang berani berkata mudah? Sangat jarang, dan bahkan hampir tidak ada. Ya, sabar memang sulit dijalankan, dilakukan, dilaksanakan. Sebagai seorang manusia yang memiliki emosi sebagai software bawaan dari sang Maha pencipta, tentunya tidak mudah bagi kita untuk dapat memanajemennya. Emosi yang sepertinya mengikat hati kita ini, seolah membuat kita tidak layak menyandang predikat sebagai seorang penyabar.  Karena ada saja godaan dan cobaan yang menguji kesabaran kita. Lalu, apa sih sebenarnya sabar itu? 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sabar bisa diartikan sebagai berikut;
Sabar : Tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah. Atau sikap tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu.
Mengetahui arti sabar diatas, sepertinya akan sangat nyaman dan damai bila kita menjadi seorang yang penyabar. Lalu, adakah cara untuk menjadi orang yang sabar? Untuk dikatakan cara, mungkin apa yang ingin saya tulis berikut tidak memenuhi standar itu, tapi akan lebih pas bila kita sebut ini tips/trik untuk menjadi seorang penyabar.

  • Memperbanyak Senyum
Bila Anda dalam keadaan tegang terbakar emosi, hati terasa sumpek dan dada sesak menahan amarah, maka tersenyumlah! Tidak ada yang lebih obat hati yang lebih mujarab daripada sebuah senyuman. Karena  senyum lebih erat dari jabat tangan sahabat, senyum dapat menjadi penyejuk hati yang penuh amarah, juga mencairkan suasana yang beku. Senyum itu menular dan akan membuat suasana menjadi gembira. Dengan memulai kebiasaan tersenyum pada siapa saja dengan tulus, InsyaAllah beban berat yang kita rasakan dapat berkurang, amarah berkurang, suasana lebih akrab, sehingga kita lebih tenang dalam menghadapi permasalahan dan dapat menyelesaikannya dengan mudah.
  • Mengalihkan Perhatian
Memiliki masalah yang membuat kita pusing tujuh keliling memikirkannya, memanglah berat. Apalagi masalah itu sampai membuat kita tidak enak makan dan susah tidur, tentulah sangat menyiksa. Nah, bagaimana jika masalah yang sampai menyebabkan Anda tidak nyaman seperti itu terus Anda fikirkan? Konsentrasi Anda hanya tertuju pada masalah itu dan akhirnya melupakan urusan yang lain. Menurut saya, kunci menghadapi masalah berat adalah dengan “melupakan” masalah itu sendiri. Melupakan disini bukan berarti kita masa bodoh dengan masalah, tetapi berusaha tidak terlalu fokus pada permasalahan tersebut. Alihkan perhatian Anda dengan mencari suasana berbeda, hiburan atau kesibukan lain, akan membuat hati dan fikiran kita lebih enteng.
  • Telinga sebagai Penyaring
Jika semua yang kita dengar langsung kita masukkan ke hati, dijamin kemarahanlah yang akan kita tampilkan dan tentu saja akan sangat tidak nyaman. Kita tidak harus membawa apa yang kita dengar langsung ke hati, lebih baik kita menyaringnya, dan mengambil yang baik-baik saja dari informasi yang kita dengar tersebut, dan disitulah telinga kita bekerja. Ya, telinga sebagai penyaring informasi yang kita dengar dari manapun, jika informasi itu dirasa kurang enak dihati maka segera lupakan dan buang jauh-jauh, istilahnya “masuk kuping kanan keluar kuping kiri”. 
  • Bertukar Posisi
Kunci kesabaran yang selanjutnya adalah, dengan bersikap empati  atau berusaha merasakan apa yang orang lain rasakan. Saya menyebutnya, bertukar posisi. Kita berusaha menempatkan diri kita pada posisi “tidak enak” yang orang lain merasakannya, bahkan dengan ringan hati dapat menjalankan posisi itu. Dengan begitu, maka segala kemalangan yang menimpa kita, akan terasa ringan. Kita tidak akan merasa sebagai “manusia termalang di dunia” karena dengan berempati kita bisa melihat lebih banyak orang lain yang lebih malang diluar sana. Jadi, untuk apa lagi marah dan menyesali diri? Apalagi sampai berputus asa…
"Innalaaha ma'assabiriin" (sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar)

Bersabarlah. Dengan bersabar, insyaAllah banyak kemudahan menghampiri Anda!

Friday, March 1, 2013

Rahasia Sifat Seseorang Dibalik Tulisan Tangan

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Postingan saya kali ini terinspirasi dari bu dosen yang sukses membuat saya penasaran untuk mencari lebih lanjut tentang Grafologi, yaitu ilmu atau seni untuk membaca rahasia sifat seseorang dengan melihat tulisan tangan orang tersebut. Namun tentunya bukan ditebak begitu saja secara sembarangan, karena untuk yang satu ini perlu menguasai ilmunya.

Arti dari tulisan tangan itu tidak mencapai akurasi sampai 100 persen, namun bisa sangat berguna sekali sebagai sekedar hiburan saja atau tambahan motivasi dan introspeksi diri, terutama bagi mereka yang bergerak dalam bidang yang berurusan dengan personalia. Misalnya saja, ketika dibuka lowongan kerja baru, biasanya banyak berdatangan surat lamaran kerja yang masuk. Lewat tulisannya ini, Anda bisa membaca kepribadian calon pekerja atau bawahan Anda.
Arti dari tulisan tangan ini hanyalah sekedar hiburan saja, jangan terlalu dianggap serius dan benar. Karena, sebelumnya perlu Anda Ingat kembali dan catat bahwa yang namanya Prediksi atau perkiraan hanya bisa dilakukan oleh manusia. Tentang masalah kebenarannya hanya yang Maha Kuasa lah yang lebih mengetahuinya. :)
Cara mengetahui Sifat seseorang dari tulisan tangan Menurut Grafologi, sedikitnya ada enam hal yang bisa kita gunakan dalam metode membaca kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya. Uraian secara garis besarnya adalah sebagai berikut:sifat dari tulisan tangan, penulis super
1. BESAR KECILNYA TULISAN
Sifat seseorang dari tulisan tangan Dilihat dari sudut pandang besar kecilnya tulisan terdapat empat kriteria penting yaitu: kecil, sedang, besar, dan sangat besar.
Tulisan yang berukuran kecil menunjukkan sifat pendiam, sering menyendiri tapi punya otak yang cemerlang dan pikirannya selalu ilmiah. Orang dengan tulisan seperti ini nalarnya logis.
Tulisan tangan yang ditulis kecil-kecil tapi jelas mudah untuk dibaca menunjukkan penulisnya pandai, juga punya konsentrasi kuat, walau sayang tipe ini kadang suka sekali menonjolkan keilmuannya. Sedangkan jika tulisan tangan kecil dan susah membacanya berarti sang penulis adalah orang bertipe mandiri dalam hidupnya.
Tulisan tangan sedang, mengandung makna bahwa penulisannya adalah orang yang sangat terpaku kepada tradisi kuno, atau hal-hal yang bersifat formil modern. Tipe ini sangat jitu dalam penggunaan logika untuk dasar referensi keputusan-keputusannya.
Jenis tulisan tangan yang besar menunjukkan besarnya ambisi seseorang namun murah hati dan selalu ingin dihargai oleh orang lain, di samping suka melebihkan omong-omongan yang kurang perlu. Sedangkan untuk jenis tulisan tangan yang sangat besar menunjukkan bahwa penulisnya sangat hati-hati dalam segala hal, gemar membuat perhatian bagi sekelilingnya, banyak over aktingnya dalam mencari perhatian, ingin selalu tampil di depan, karena dia gemar berpetualang kemana-mana, mengikuti panggilan jiwanya.
2. GAYA TULISAN
Sifat seseorang dari tulisan tangan Dalam spesifikasi Gaya Tulisan ini terbagi ke dalam lima sub. Masing-masing, adalah:
  • Gaya sambung biasa
Orang yang punya model tulisan begini biasanya senang memberi respon pada setiap masalah, bisa menerima ide dari orang lain, mudah bergaul dan disenangi teman. Baginya berbakat untuk menjadi seorang pemimpin.
  • Gaya sambung berbentuk petak
Mengandung arti penulisnya mudah dipengaruhi, selalu menilai enteng setiap persoalan, hingga tindakannya kadang terkesan sembrono, tanpa pemikiran matang.
  • Gaya Sambung Berliku
Tulisan yang banyak luka-likunya, mengandung makna bahwa penulisnya sangat formil, hati-hati dan sering menonjolkan status, namun umumnya sifat mereka pendiam, gemar menyendiri dan biasanya banyak memiliki keahlian atau bakat.
  • Gaya Lurus dan Lancip
Tulisan tangan model demikian menunjukkan penulisnya orang agresif, sangat tekun mengerjakan sesuatu, walau kadang enggan berkompromi dengan orang lain. Bila lancipnya pada huruf awal saja maka pertanda dirinya orang yang banyak mengalami konflik psikologis, sehingga kadang bersikap agresif.
  • Gaya Campuran
Bentuk tulisan bersambung yang tak karuan menuliskan cepat, dan kadang sukar membacanya hal ini mengandung arti bahwa penulisnya adalah orang yang biasa berpikir cepat, kreatif tapi paling tersinggung kalau dikritik. Bahkan, bila tidak sesuai dengan kehendaknya jangan harap orang bisa mendapatkan bantuannya karena dia paling doyan mengelak dalam memberi pertolongan.
3. KEMIRINGAN TULISAN
Sifat seseorang dari tulisan tangan dari Bentuk kemiringan tulisan tangan, apakah itu miring ke kiri atau ke kanan, atau tegak lurus. Mereka yang tulisannya miring ke kiri menunjukkan penulisnya bersikap tertutup (introvet). Segala sesuatu diukur menurut penilainnya sendiri atau menurut ukuran masa lampau. Disamping mempunyai sikap konservatif, orang dengan tipe tulisan ini sangat individualis.
Jenis tulisan miring ke kanan, menandakan orang yang ramah, aktif dan bersikap terbuka (extropet), berani menghadapi tantangan baru. Dalam bekerja kata hatinya merupakan power yang penting, tapi dalam hal yang kurang dikuasai dia lebih banyak untuk menanyakan kepada ahlinya.
Tulisan tangan yang bentuknya tegak, mengandung arti bahwa penulisnya adalah tipe orang yang tak suka banyak diatur. Baginya dia adalah miliknya sendiri, kebebasan menjadi hobinya dalam mengerjakan sesuatu tindakan, namun kontrol diri tidak pernah lepas dalam memilah dan memilih hal yang dianggapnya positif.
4. TEKANAN TULISAN
Sifat seseorang dari tulisan tangan dari bekas tulisan. Bila kita memperhatikan bekas tulisan tangan seseorang akan ditemukan tampak goresan tekanan tulisan seperti tercetak di baliknya. Dengan memperhatikan bekas goresan yang tercetak di balik kertas kita akan dapat mengetahui dan menebak bagaimana kepribadian dan tingkah laku si penulisnya.
Tekanan yang halus berarti pembawaannya tenang, tapi mudah atau tidaknya dibaca itu bukan persoalan. Sedangkan tulisan yang bekas tekanannya tercetak jelas di belakangnya menandakan penulisnya punya sifat kaku dan formal. Karenanya orang ini sulit untuk bisa cepat menyesuaikan diri dalam pergaulan, namun dia menganggap bersikap demikian penting baginya agar dihargai orang lain.
5. BENTUK HURUF AWAL
Sifat seseorang dari tulisan tangan dalam bentuk tulisan. Diantara orang ada yang gemar memainkan bentuk tulisannya, terutama bentuk awal tulisannya. Beberapa ciri dan kecenderungan karakter si penulis adalah sebagai berikut:
  • Bentuk Jangkar
Disebut bentuk jangkar karena memang huruf awal tulisnya dalam bentuk jangkar. Tulisan ini memberi tanda bahwa yang memiliki tulisan cenderung bersikap kurang dewasa dan kurang percaya diri dalam menjalani hidup. Dia banyak bersikap pasif.
  • Bentuk Busur
Disebut bentuk busur karena memang bentuk awalnya membentuk busur seperti ditarik. Pemilik tulisan ini biasanya cepat puas dengan hasil yuang dicapai, dan hidupnya sangat berpandangan kuat akan nilai-nilai religius.
  • Bentuk Memanjang
Huruf awal memanjang yang dituliskan pelan-pelan, menunjukkan bahwa orangnya terlalu berhati-hati dalam merencanakan masa depan. Panjanganya huruf awal menunjukkan kelambatan kerja dan pemborosan waktu.
  • Bentuk memanjang dari bawah
Bentuk memanjang dari bawah bila digoreskan secara kilat menunjukkan penulisannya orang yang agresif dan cepat menyelesaikan pekerjaan, disamping gemar melakukan berbagai eksprimen.
6. BENTUK HURUF AKHIR
Sifat seseorang dari tulisan tangan berdasarkan Bentuk akhir kata yang dituliskan, menunjukkan sikap sosial dan kualitas penulisnya. Tentang huruf akhir ini ada tiga model. Masing-masing, adalah:
      Bila huruf akhir suatu kata ditulis memanjang, mengandung pengertian bahwa orang itu memiliki kemurahan hati, rasa sosialnya besar.
     Bila huruf akhir memanjang ke atas, berarti penulisnya menyukai kemewahan, disamping idealis dan punya semangat yang tinggi.
     Bila huruf akhir menyilang berarti tidak segan mengritik diri sendiri apabila perbuatannya memang salah atau keliru.
sifat dari tulisan tangan, penulis superDemikian sekilas tentang cara membaca rahasia Sifat seseorang dari tulisan tangan menurut Grafologi. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bermanfaat. :) 










Sumber :

Saling Memaafkan

Saling memaafkan adalah kata-kata yang paling sulit,
bagi orang yang tidak mampu memaafkan dirinya dan orang lain,
padahal bagi Allah sangatlah mudah dan sederhana,
hanya dengan satu kata "ampunan"
walaupun kita telah menyakiti-Nya...

Sakit hati, dendam, dan harga diri,

adalah pemberat hati untuk mengucapkan satu kata "maaf"
atau tiga kata "aku telah memaafkanmu"

Jika hati telah tersakiti,
dendam akan muncul,
dan harga diri akan terasa membakar

Namun percayalah...
tidak seorang pun yang berhak menghakimi, kecuali Allah,
berhentilah berkata, "aku tidak bisa memaafkanmu...
karena tidak seorang pun yang berhak menghakimi, kecuali Allah,
Sebenarnya, jauh sebelum kalian memberikan maaf satu sama lain, Allah telah memberi kalian berdua suatu ampunan... 


Ayooooo..... Saling Memaafkan.. :)


Pentingnya Kebaikan Bagi Orang Lain

Ada sebuah cerita tentang arti sebuah kebaikan yang telah diberikan kepada orang lain. Kebaikan yang telah kita berikan pada orang lain pastilah bermanfaat bagi yang menerima kebaikan itu. Bukan saja hanya seorang tapi bisa untuk banyak orang.

Pada suatu pagi yang cerah ada seorang karyawan swasta yang pergi ke kantor, sebut saja namanya Don (maaf kalau ada kesamaan nama). Don ini setiap hari berangkat kerja dengan naik ojek yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.

Setelah bangun tidur, Don kemudian shalat Shubuh kemudian mandi. Ada yang lain dari biasanya hari itu, oh ternyata Don baru mendapat rezeki tambahan dari atasannya kemarin sore. Betapa senangnya hati Don waktu itu.

Setelah diantar oleh tukang ojek, Don memberi lebih ongkos untuk tukang ojeknya, ya hitung² dia baru saja mendapatkan rezeki dari atasannya. Ongkosnya dilebihkan 10 ribu rupiah dari biasanya.

"Ini bang, aku lebihkan hari ini ongkosnya ya...!!!" (kata Don.)

"Oh iya bang, terima kasih banyak...!!!" (jawab si tukang ojek.)

Setelah itu, si tukang ojek berlalu dan meninggalkan langganannya itu setelah mengucapkan terima kasih dan memberi salam.

"Assalamu'alaikum bang, saya lanjutkan kerja dulu...!!!" (kata si tukang ojek.)

"Wa'alaikum Salam bang...!!!" (jawab Don.)

Betapa gembiranya hati si tukang ojek ini karena mendapatkan rezeki lebih pada hari itu. Don memang tergolong orang yang rajin memberi, bersedekah untuk orang lain meskipun hidupnya hanya pas²an saja. Bahkan setiap pagi hari, banyak tukang ojek yang berebut untuk mengantarkan Don ke kantornya.

Setelah itu, si tukang ojek yang tadi ternyata mampir dulu ke warung makan Mbok Dara. Tak biasanya si tukang ojek ini mampir sarapan sepagi itu. Karena biasanya tukang ojek itu mampir makan menjelang siang ketika akan shalat Dhuhur.

Setelah sampai di warung Mbok Dara, si tukang ojek ini langsung memesan makanan untuk sarapan.

"Mbok, tolong buatkan nasi ditambah sayur, sekalian ditambah ayam goreng sepotong ya...!!!" (kata si tukang ojek.)

Setelah menikmati sarapan, si tukang ojek membayar biaya nasi sarapannya. Tak biasanya juga hari itu, si tukang ojek melebihkan ongkos biayanya sebesar 3 ribu rupiah kepada Mbok Dara.

"Alhamdulillah... Terima kasih ya bang...!!!" (kata Mbok Dara.)

"Sama² Mbok Dara...!!!" (kata si tukang ojek.)

Setelah selesai, si tukang ojek segera berpamitan dan mangkal kembali di tempat biasanya untuk mencari penumpang.

Bukan main senangnya Mbok Dara waktu itu, dia telah mendapatkan rejeki sebesar 3 ribu rupiah, betapa baiknya si tukang ojek itu, gumannya dalam hati. Ketika sedang dalam lamunan, Mbok Dara dikejutkan oleh sapaan anak semata wayangnya si Wawan.

"Mak, Wawan berangkat sekolah dulu ya, doakan Wawan agar bisa mengikuti pelajaran dengan baik...!!!" (kata wawan sambil mencium tangan Mak iaa si Dara.)

"Iya Nak, Mak akan doakan, dan ini uang sakunya, hati² selama di jalan iaa wan...!!!" (kata Mak wawan si Mbok Dara.)

Wawan berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda kayuh yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Uang saku pun diterima anaknya, dan tak sempat melihat uang yang diberikan emaknya, uangnya langsung dimasukkan ke dalam saku atas seragam sekolahnya.

Setelah jam istirahat, Wawan ini seperti biasanya membeli sebuah roti untuk mengisi perutnya. Setelah mengambil uang di sakunya, betapa terkejutnya Wawan karena uang yang diberikan emaknya ternyata 2 kali lipat dari biasanya, yaitu 2 ribu rupiah.

"Alhamdulillah, terima kasih iaa Mak...!!!" (kata wawan dalam hati.)

Wawan akhirnya membeli roti di kantin sekolahnya sebanyak 2 buah. Ketika akan melahap roti yang baru saja dibelinya, Wawan melihat temannya yang sedang duduk menyendiri, terlihat sedih terlihat dari raut wajahnya. Segera saja Wawan mendekati temannya itu.

"Mon, kenapa kamu terlihat sedih...???" (tanya Wawan yang ternyata temannya bernama Simon.)

"Iya wan, aku lupa membawa uang saku yang diberikan oleh ibuku tadi pagi, uang sakuku masih ada di atas meja kamarku, sekarang aku tidak bisa membeli makanan karena aku tidak punya uang, betapa laparnya hari ini...!!!" (jelas Simon ke Wawan.)

Melihat keadaan yang demikian, segera saja Wawan menawari temannya roti yang ada di tangan kanannya.

"Maukah kamu aku beri roti ini, kebetulan tadi aku membeli dua...???" (tanya wawan.)

Betapa senang hati Simon, ucapan terima kasih dengan diiringi canda tawa riang terlihat jelas dari kedua orang sahabat itu.

Itulah sedikit cerita tentang indahnya memberi, indahnya bersedekah, indahnya kebaikan yang telah kita berikan untuk orang lain. Orang yang kita beri meskipun hanya sedikit saja, bisa membahagiakan. Bahagia dan bahagia. Kebaikan yang kita berikan ternyata bisa membahagiakan orang lain pun jauh di sana tanpa kita sadari.

Jangan pandang rupiahnya, yang terpenting adalah sifat kedermawanan dan sifat kebaikan yang dimiliki.
Semoga Bermanfaat....   \(^o^)/

Monday, February 25, 2013

10 Hal yang Tidak Bermanfaat dan Sia-sia

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat.

Pertama: memiliki ilmu, namun tidak diamalkan.

Kedua: beramal, namun tidak ikhlas dan tidak mengikuti tuntunan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketiga: memiliki harta, namun enggan untuk menginfakkan. Harta tersebut tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat di dunia dan juga tidak diutamakan untuk kepentingan akhirat.

Keempat: hati yang kosong dari cinta dan rindu pada Allah.

Kelima: badan yang lalai dari taat dan mengabdi pada Allah.

Keenam: cinta yang di dalamnya tidak ada ridho dari yang dicintai dan cinta yang tidak mau patuh pada perintah-Nya.

Ketujuh: waktu yang tidak diisi dengan kebaikan dan pendekatan diri pada Allah.

Kedelapan: pikiran yang selalu berputar pada hal yang tidak bermanfaat.

Kesembilan: pekerjaan yang tidak membuatmu semakin mengabdi pada Allah dan juga tidak memperbaiki urusan duniamu.

Kesepuluh: rasa takut dan rasa harap pada makhluk yang dia sendiri berada pada genggaman Allah. Makhluk tersebut tidak dapat melepaskan bahaya dan mendatangkan manfaat pada dirinya, juga tidak dapat menghidupkan dan mematikan serta tidak dapat menghidupkan yang sudah mati.

Itulah sepuluh hal yang melalaikan dan sia-sia. Di antara sepuluh hal tersebut yang paling berbahaya dan merupakan asal muasal segala macam kelalaian adalah dua hal yaitu: hati yang selalu lalai dan waktu yang tersia-siakan.

Hati yang lalai akan membuat seseorang mengutamakan dunia daripada akhirat, sehingga dia cenderung mengikuti hawa nafsu. Sedangkan menyia-nyiakan waktu akan membuat seseorang panjang angan-angan.

Padahal segala macam kerusakan terkumpul karena mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Sedangkan segala macam kebaikan ada karena mengikuti al huda (petunjuk) dan selalu menyiapkan diri untuk berjumpa dengan Rabb semesta alam.

Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Rujukan: Al Fawa’id, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, hal. 108, Darul ‘Aqidah, cetakan pertama, 1425 H.

First Blog :)


Assalamu'alaikum...

Nama saya Ayu Cahyany Arrumdany, mahasiswi Teknologi Informasi USU.
Saya anak sulung dari 3 bersaudara, adik saya dua-duanya laki-laki. I Love My Family..
Alhamdulillah, tanggal 17 Februari yang lalu orang tua saya merayakan Ultah Pernikahan mereka yang ke-21. Senangnya melihat mereka bahagia. Kado yang kami kasi juga sukses membuat mereka terkejut dan tertawa terbahak-bahak. Kadonya simple sih, cuma foto mereka kami print pakai kertas kanvas ukuran 40x60, tapi yang buat mereka terkejut itu fotonya. Ini nih fotonya... hehehe

Oh iya, saya baru pertama buat blog nih. Tujuan utama saya buat blog ini sih karena "tuntutan" mata kuliah Pengantar Psikologi Umum, heheheee.., tapi ga cuma itu, InsyaALLAH di blog ini saya juga bakal berbagi tips, pengetahuan, cerita, pengalaman, dll.

Sekian perkenalan singkatnya. Terima Kasih.. :)